Asteroid Yang Memusnahkan Dinosaurus Menghantam Meksiko

Sekitar 68 juta tahun yang lalu sebuah asteroid berdiameter 12 km menghantam belahan bumi di semenanjung Yucatán, Meksiko. Hantaman tersebut mengakibatkan kehancuran nyaris di seluruh permukaan bumi hingga punahnya dinosaurus.

Ilmuwan yakin bahwa tumbukan meteorit di kawah ini telah menyebabkan kepunahan dinosaurus. Saat asteroid bertubrukan dengan Bumi, ratusan derajat celsius panas akan tersebar ke seluruh Bumi. Hanya 1 detik setelah tumbukan, setiap area sekitar 300 km dari tumbukan akan hancur. dan setelah beberapa detik, gelombang kejut akan membunuh makhluk di sekitarnya, terutama Amerika utara. Sekitar satu menit kemudian, hujan meteor dari bagian asteroid akan menghujani belahan bumi timur. Setelah 3 menit, ledakan meteorit akan mengeluarkan sebuah awan panas yang bernama ejekta. Ejekta akan menyelimuti Bumi, dan menaikkan suhu secara drastis. Setelah ejekta, gempa bumi raksasa, sekitar 12.5 skala ricther akan terasa di seluruh dunia. Sekitar 30 menit kemudian, debu panas yang meleleh akan mengakibatkan kebakaran disetiap tempat. Karena asteroid itu menubruk laut, satu jam kemudian, megatsunami raksasa membanjiri seluruh benua. Megatsunami itu dapat mencapai 3 km ke udara.

Sebuah kawah seluas 180 km persegi dengan kedalaman lebih dari 600 meter menjadi bukti betapa dasyatnya tumbukan asteroid yang nyaris menghancurkan planet bumi tersebut. Sekelompok arkeolog Amerika saat meneliti citra satelit Semenanjung Yucatan, Meksiko, mendapati sebuah pola yang tak terduga, yaitu sebuah lingkaran cincin yang nyaris sempurna, berdiameter sekitar 200 km. Lingkaran cincin tersebut mengelilingi ibukota Yucatan, Merida, dan kota-kota pelabuhan seperti Sisal dan Progreso. Namun saat dilihat dari angkasa lubang-lubang itu sebenarnya membentuk sebuah pola, yaitu sebuah busur setengah lingkaran, yang tampak seperti sebuah jangka yang telah tertancap di peta di pantai Teluk Meksiko dan diputar ke sekeliling hingga habisnya daratan.

Pusat kawah akibat hantaman meteorit raksasa itu terletak di kota Chicxulub, karena itulah kawah ini disebut sebagai kawah Chicxulub. Kekuatan tubrukan meteorit Chicxulub dengan bumi menciptakan daya ledak yang luar biasa. Diperkirakan daya ledaknya mencapai 5 miliar kali bom atom yang meledakkan Hiroshima. Peristiwa ini diyakini menjadi bencana terbesar dalam sejarah bumi. Bahkan, letusan Gunung Toba di Sumatera, yang merupakan salah satu supervulkan terdahsyat di bumi pun kekuatannya hanya 0,02 % atau 1/2000 dari kekuatan ledakan Chicxulub. Kawah meteorit ini ditemukan oleh Glen Penfield yang saat itu sedang mencari minyak bumi untuk perusahaan minyak nasional Meksiko, PEMEX, pada tahun 1978.